Dalam Logika Tradisional

Dalam logika tradisional, modalitas menunjukkan (berarti) cara bergabungnya subjek dan predikat, seperti tampak dari hakikat (sifat) isi subjek dan predikat. Ragam (mode) pokok dari modalitas ini adalah kemungkinan. Dari ragam pokok ini modalitas lainnya diperoleh dengan jalan negasi afirmasi itu mungkin atau tidak mungkin; negasi itu mungkin atau tidak mungkin. Modalitas-modalitas eksistensi yang terkait merupakan dasar real dari modalitas logis putusan. Modalitas logis, bagimana pun, tidak harus diungkapkan dalam setiap putusan. Putusan di dalamnya terungkap modalitas, disebut putusan modal (misalnya, “Empat niscaya dapat dibagi dua”). Di sini harus diadakan suatu distinksi (pembedaan) antara pernyataan dan ragam pernyataan.

Modalitas putusan-putusan, bila terkandung isi yang persis sama, merupakan dasar kesimpulan-kesimpulan modal yang beranjak dari keniscayaan (keharusan) objektif ke eksistensi aktual, dari eksistensi aktual ke kemungkinan, dan dari kemustahilan ke non-eksistensi.

 

Sifat Modalitas

Modalitas dapat bersifat logis dan deskriptif. Modalitas logis dari pernyataan-pernyataan ditentukan berdasarkan pertimbangan-pertimbangan logis semata. Modalitas deskriptif seluruhnya memuat pertimbangan-pertimbangan fisik (kausal). Yang terakhir ini tergantung pada apakah pernyataan itu mengungkapkan sesuatu yang niscaya, mungkin atau aksidental dalam hubungan dengan hukum-hukum fisik.

Modalitas Menurut Kant

Kata ini menunjuk kemungkinan, eksistensi, keniscayaan dan menunjuk kemustahilan, ketiadaan, kontingensi dalam tabel kategori Kant.