MODALITAS

Inggris: modality.

Modalitas dalam arti luas berarti cara berada atau berlangsungnya sesuatu. Bagaimana pun, modalitas biasa dihubungkan dengan putusan dan menunjukkan cara penggabungan subjek dan predikat. Penggabungan ini dapat dilihat sebagai peristiwa psikologis. Kemudian kita mempunyai modalitas psikologis afirmasi (misalnya, yang bersifat takut, desisif, empatik, dan lain sebagainya)

Kalau putusan (keputusan) diambil dengan mengacu kepada realitas, yang mau diekspresikan, maka seorang berbicara mengenai modalitas putusan mengenai benar atau salah. Ini disebut pula “kualitas”; dengan mengacu kepada apropriasi intelek mengenai kebenaran, orang berbicara mengenai kepastian dan probabilitas. Kant melihat probabilitas dalam hubungan ini. Menurut Kant, karena penggabungan yang terjadi dalam putusan tidaklah merupakan ekspresi dari realitas yang mandiri, objektif, maka modalitas memperhatikan hanya “nilai kopula yang berhubungan dengan pemikiran semata-mata”. Putusan problematik adalah putusan di mana seorang menerima afirmasi atau negasi melulu sebagai mungkin (sesuai dengan kesukaan sendiri). Putusan asertori adalah putusan yang dianggap real. Putusan apodiktik ialah putusan di mana seseorang menganggap kaitan itu (afirmasi atau negasi) niscaya.