FORMALISASI

Inggris: formalization; dari bahasa Latin forma (bentuk).

1. Sebuah metode untuk menentukan secara lebih tepat isi pengetahuan. Ini dijalankan dengan membandingkan atas cara tertentu obyek atau gejala yang dipelajari dengan konstruksi material yang relatif stabil. Formalisasi memungkinkan tersingkap dan terbentuknya aspek yang esensial dan yang sesuai dengan hukum dari obyek yang diuji. Sebagai metode epistemologi, formalisasi membantu memantapkan dan mengkhususkan isi dengan memastikan dan menetapkan bentuknya. Setiap for malisasi diperlukan untuk memberikan suatu gambaran kasar tentang kenyataan yang hidup, yang berkembang. Tetapi gam baran kasar ini merupakan aspek hakiki dari proses kognisi.

2. Secara historis, formalisasi timbul bersamaan dengan pikiran dan bahasa. Langkah penting dalam perkembangan formalisasi berhubungan dengan munculnya bahasa tulisan. Kemudian, tatkala ilmu berkembang, khususnya matematika, tanda khusus ditambahkan pada bahasa natural. Bersama dengan logika for mal muncullah metode formalisasi logis, yang digunakan untuk menyingkapkan bentuk logis kesimpulan dan bukti. Penciptaan kalkulus yang menggunakan huruf-huruf dalam matematika dan munculnya gagasan tentang kalkulus logis, merupakan ta hap penting dalam perkembangan metode formalisasi. Kon struksi kalkulus logis, yang mulai dalam logika matematis da lam pertengahan abad ke-19, memungkinkan diterapkannya metodenya pada formalisasi seluruh cabang ilmu pengetahuan. Bidang pengetahuan yang diformalisasikan dengan logika matematis, memperoleh karakter sistem logis.

3. Formalisasi pengetahuan tidak menghilangkan hubungan kontradiktoris dialektis antara isi dan bentuk, karakteristik penge tahuan sebagai keseluruhan. Hasil-hasil logika modern mimperlihatkan, jika sebuah teori dengan isinya direfleksikan secara penuh dalam sebuah sistem formal, sesuatu di dalam ttori si lalu tetap tidak tersingkap dan tidak diformalisasikan. Ketidak cocokan antara formalisasi dan isi yang diformalisasikan bcr tindak sebagai sumber internal untuk mengembangkan cara cara logis dan formal ilmu dan biasanya dinyatakan dalam pe nemuan proposisi-proposisi yang tidak dapat dipecahkan dalam sistem formal yang ada.

4. Bentuk lain di mana tampak kontradiksi ini adalah antinomi. Situasi ini dapat diperbaiki dengan membangun sistem formal yang baru di mana bagian yang tidak tercakup di dalam for malisasi yang mendahului diformalisasikan. Maka, formalisasi isi yang selalu Iebih dalam, efektif tetapi kelengkapan mutlaknya tidak pernah tercapai.