DISPOSISI

Inggris: disposition-, dari Latin disponere (mengatur, menentukan); dari dis (jauh, ke luar), dan ponere (meletakkan, menempatkan).

1. Disposisi merupakan kecenderungan (kecondongan) untuk berlaku dengan cara tertentu. Disposisi berbeda dari emosi (perasaan) karcna disposisi tidak menyampaikan laporan tentang suasana hati seorang pada saat tertentu, tetapi melaporkan seperangkat kecondongan umum. Contoh: “Si Endang takut akan tempat-tempat ramai”, menunjukkan kecenderungan berada dalam keadaan perasaan takut di tempat-tempat ramai. Disposisi emosional (seperti komitmen emosional pada seorang atau gagasan; purbasangka, preferensi) berbeda dengan disposisi kognitif (seperti kecenderungan untuk percaya; antisipasi, harapan-harapan).

2. Disposisi dalam arti paling luas berarti kemampuan mem- pengaruhi atau menanggung sesuatu. Jika dipahami dengan cara ini, disposisi sama dengan potensi subyektif. Namun, biasanya disposisi digunakan dalam arti lebih sempit, yaitu kesiapan bawaan dari makhluk hidup untuk melakukan aktivitas tertentu, pasifitas, reaksi, perkembangan, dan sebagainya.

3. Dalam biologi disposisi yang diwariskan berhubungan dengan ciri khas suatu organisme yang disebut gen.

4. Dalam psikologi dan antropologi filosofis paham disposisi kurang berhubungan dengan ciri khas. Sebaliknya, disposisi cenderung untuk menunjuk hakikat dari aktivitas dasar (misalnya, pengetahuan, kehendak, perasaan) atau hakikat jiwa. Hakikat ini bawaan dan terpadu seluruhnya.

5. Suatu disposisi tentunya memberikan kemungkinan mendasar bagi jenis-jenis kegiatan dan pengalaman tertentu tetapi tidak pada dirinya sendiri memberikan kelengkapan dan kesiapan penuh untuk bertindak. Ini harus diperoleh lewat praktek dan penumbuhan kebiasaan-kebiasaan yang merupakan tujuan dan tenaga pendorong yang terdapat dalam setiap disposisi. Sebagaimana disposisi memberikan setiap benda hidup arah tertentu menuju aktivitasnya yang mungkin, demikian juga disposisi mengadakan pembatasan tertentu. Bagaimana pun juga, dengan adanya pembatasan ini perkembangan disposisi bergantung pada lingkungan, keniscayaan kehidupan dan, bagi manusia, pada keputusan yang bebas dari kehendaknya.